Google Search Central Blog

Loading

Cara Menghitung Bensin Per KM: Konsumsi Mobil bisa sampe 20km ?

svg18 Januari 2024OtomotifAdmin istrator

Bagikan

GolekTruk Cara Menghitung Bensin Per KM: Efisiensi bahan bakar, yang diukur dalam “liter per km atau kilometer” (L/km), merupakan faktor penting bagi pengendara yang sadar lingkungan. Namun seberapa baik Anda memahami angka-angka di balik konsumsi bahan bakar mobil Anda?

Mengabaikan faktor-faktor penting yang dapat berdampak signifikan pada penggunaan bahan bakar Anda di dunia nyata.

Mari kita selidiki lebih dalam seluk-beluk bahan bakar per kilometer dan temukan wawasan yang tersembunyi di baliknya.



Cara Menghitung Bensin Per KM

Cara Menghitung Bensin Per KM

Bensin per kilometer (L/km) adalah ukuran dari efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor. Angka ini menunjukkan berapa banyak bensin yang dibutuhkan kendaraan untuk menempuh jarak satu kilometer.

Ada dua cara untuk menghitung bensin per km, yaitu:


Metode Full to Full

Metode Full to Full

Metode full to full adalah metode yang paling akurat untuk menghitung bensin per km. Cara ini dilakukan dengan mengisi penuh tangki bensin kendaraan, lalu mencatat jarak tempuh kendaraan setelahnya.

Kemudian, jumlah bensin yang digunakan dihitung dengan mengurangi jumlah bensin yang tersisa di tangki.

Berikut langkah-langkah yang bisa anda coba:

  1. Isi penuh tangki bensin kendaraan Anda. Pastikan Anda mengisinya sampai benar-benar penuh, hingga ujung nosel pengisi bensin.
  2. Catat jarak tempuh kendaraan Anda. Anda dapat menggunakan odometer kendaraan untuk mencatat jarak tempuh.
  3. Setelah menempuh jarak tertentu, isi kembali tangki bensin kendaraan Anda. Pastikan Anda mengisinya sampai benar-benar penuh, hingga ujung nosel pengisi bensin.
  4. Catat jumlah bensin yang digunakan. Anda dapat melihat jumlah bensin yang digunakan di struk pengisian bensin atau di dispenser pengisian bensin.
  5. Hitung bensin per kilometer dengan menggunakan rumus berikut:
L/km = (jarak tempuh / jumlah bensin yang digunakan)

Contoh:

Misalnya, jika jarak tempuh kendaraan Anda adalah 100 kilometer dan jumlah bensin yang digunakan adalah 5 liter, maka bensin per kilometernya adalah:

L/km = (100 km / 5 liter) = 20 km/liter

Kelebihan:

  • Metode ini paling akurat karena menghitung jumlah bensin yang digunakan secara langsung.
  • Metode ini dapat dilakukan oleh siapa saja.

Kekurangan:

  • Metode ini membutuhkan waktu dan kesabaran.

Tips:

  • Untuk hasil yang lebih akurat, lakukan perhitungan bensin per kilometer secara berkala.
  • Untuk hasil yang lebih akurat, lakukan perhitungan bensin per kilometer pada kondisi jalan yang sama.

Metode MID

Metode MID

Metode MID adalah metode yang paling mudah untuk menghitung bensin per km. Cara ini memanfaatkan fitur Multi Information Display (MID) yang ada di dashboard kendaraan. MID biasanya menampilkan informasi tentang konsumsi bahan bakar, termasuk bensin per kilometer.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Nyalakan mesin kendaraan Anda.
  2. Tunggu hingga MID menampilkan informasi tentang konsumsi bahan bakar.
  3. Catat bensin per kilometer yang tampil di MID.

Contoh:

Misalnya, jika MID kendaraan Anda menampilkan bensin per kilometer sebesar 15 km/liter, maka bensin per kilometer kendaraan Anda adalah 15 km/liter.

Keuntungan:

  • Metode ini mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
  • Metode ini dapat dilakukan oleh siapa saja.

Kerugian:

  • Metode ini kurang akurat karena tidak menghitung jumlah bensin yang terpakai secara langsung.
  • Hasil perhitungan bensin per kilometer dapat bervariasi tergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara.

Tips:

  • Untuk hasil yang lebih akurat, lakukan perhitungan bensin per kilometer pada kondisi jalan yang sama.
  • Untuk hasil yang lebih akurat, lakukan perhitungan bensin per kilometer pada gaya berkendara yang sama.

Statistik

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), rata-rata konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor di dunia adalah 6,9 liter per 100 kilometer (L/100 km). Konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis kendaraan, ukuran kendaraan, kondisi jalan, dan gaya berkendara.

Berikut adalah beberapa contoh konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor berdasarkan jenis kendaraan:

  • Mobil: 6-9 L/100 km
  • Motor: 2-5 L/100 km
  • Truk: 10-15 L/100 km

Faktor-faktor yang mempengaruhi bensin per kilometer

Faktor-faktor yang mempengaruhi bensin per kilometer

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bensin per kilometer, yaitu:

Jenis kendaraan

Kendaraan dengan mesin yang lebih efisien biasanya memiliki bensin per kilometer yang lebih baik. Mesin yang lebih efisien dapat menghasilkan lebih banyak tenaga dengan menggunakan lebih sedikit bahan bakar.

Ukuran kendaraan

Kendaraan yang lebih besar biasanya memiliki bensin per kilometer yang lebih buruk. Hal ini karena kendaraan yang lebih besar memiliki massa yang lebih besar, sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bergerak.

Kondisi jalan

Kondisi jalan yang macet atau menanjak dapat mengurangi bensin per kilometer. Hal ini karena kendaraan harus bekerja lebih keras untuk bergerak dalam kondisi tersebut.

Gaya berkendara

Gaya berkendara yang agresif, seperti akselerasi dan pengereman yang mendadak, dapat mengurangi bensin per kilometer. Hal ini karena gaya berkendara yang agresif dapat meningkatkan gesekan dan hambatan udara.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing faktor tersebut:

Jenis kendaraan

Jenis kendaraan

Mesin kendaraan dapat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Mesin bensin biasanya memiliki bensin per kilometer yang lebih buruk daripada mesin diesel.

Hal ini karena mesin bensin memiliki efisiensi termodinamika yang lebih rendah daripada mesin diesel.

Selain jenis mesin, faktor lain yang mempengaruhi efisiensi mesin adalah teknologinya. Mesin dengan teknologi yang lebih baru biasanya lebih efisien daripada mesin dengan teknologi yang lebih lama.

Ukuran kendaraan

Ukuran kendaraan

Kendaraan yang lebih besar memiliki massa yang lebih besar, sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bergerak. Tenaga untuk menggerakkan kendaraan ini berasal dari bahan bakar. Oleh karena itu, kendaraan yang lebih besar biasanya memiliki bensin per kilometer yang lebih buruk.

Kondisi jalan

Kondisi jalan

Kondisi jalan yang macet atau menanjak dapat mengurangi bensin per kilometer. Hal ini karena kendaraan harus bekerja lebih keras untuk bergerak dalam kondisi tersebut.

Dalam kondisi macet, kendaraan harus sering berhenti dan berjalan. Hal ini menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk menghidupkan kembali mesin dan mempercepat kendaraan.

Dalam kondisi menanjak, kendaraan harus mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk melawan gravitasi. Tenaga untuk melawan gravitasi ini berasal dari bahan bakar.

Gaya berkendara

Gaya berkendara

Gaya berkendara yang agresif, seperti akselerasi dan pengereman yang mendadak, dapat mengurangi bensin per kilometer. Hal ini karena gaya berkendara yang agresif dapat meningkatkan gesekan dan hambatan udara.

Akselerasi yang mendadak dapat menyebabkan roda kendaraan tergelincir. Hal ini menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk melawan gesekan roda dengan jalan.

Pengereman yang mendadak dapat menyebabkan roda kendaraan terkunci. Hal ini menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk menghentikan kendaraan.

Tips untuk meningkatkan efisiensi bensin per kilometer

Tips untuk meningkatkan bensin per kilometer

Ada beberapa tips untuk meningkatkan efisiensi bensin per kilometer, yaitu:

  • Hindari mengemudi ugal-ugalan

Gunakan akselerasi dan pengereman yang halus untuk menghemat bahan bakar.

  • Gunakan cruise control

Cruise control dapat membantu Anda menjaga kecepatan konstan, yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

  • Hindari idling

Matikan mesin jika Anda tidak akan mengemudi selama lebih dari beberapa menit.

  • Gunakan ban dengan tekanan yang tepat

Ban dengan tekanan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

  • Periksa dan rawat kendaraan secara rutin

Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.


Kesimpulan

Mengetahui cara menghitung bensin per kilometer dapat membantu Anda memahami efisiensi bahan bakar kendaraan Anda. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi bensin per kilometer, Anda dapat melakukan beberapa perubahan gaya berkendara atau perawatan kendaraan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.


GolekTruk

Sudah tau Golektruk belum ?

GolekTruk adalah marketplace logistic no. 1 di Indonesia, yang mempertemukan antara pengirim muatan dan penyedia jasa angkut, dan bisa bernegosiasi secara langsung tanpa ada POTONGAN sepeserpun !

kamu bisa memakai golektruk untuk meningkatkan usaha jasa angkutmu dan untuk pengirim muatan, kamu bisa memakai GolekTruk untuk membantu anda pindahan rumah, kontrakan, kos maupun kebutuhan yang lainnya dengan mudah!

Golektruk sudah banyak penggunanya ! dan di download lebih dari 150 ribu orang di seluruh Indonesia.

kamu mau coba ?

Unduh aplikasi GolekTruk sekarang di Play Store.


Bagikan
svg

Apa yang Anda pikirkan?

Lihat Komentar / Tinggalkan Komentar

Leave a reply

svg