Loading

Wasit Shen Yinhao: 3 Kontroversi Wasit Viral!

Bagikan

GolekTrukWasit Shen Yinhao: Di tengah hiruk pikuk perhelatan sepak bola Asia, nama Wasit Shen Yinhao bagaikan magnet yang menarik perhatian. Bukan karena prestasi gemilang, melainkan serangkaian keputusannya yang mengundang kontroversi, terutama saat memimpin pertandingan semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Indonesia dan Uzbekistan.

Lahir di Shanghai pada tahun 1986, Shen Yinhao mengawali karirnya sebagai wasit profesional di tahun 2013. Kiprahnya terbilang cemerlang, dibuktikan dengan raihan lencana FIFA di tahun 2018.

Namun, di balik lisensi prestisiusnya, Yinhao bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia dikenal sebagai sosok tegas dan disiplin dalam memimpin pertandingan. Di sisi lain, ia tak luput dari kontroversi, baik di kancah domestik China maupun internasional.

Kasus plagiarisme skripsi di tahun 2020 menjadi salah satu noda hitam dalam perjalanan karirnya. Universitas Shanghai bahkan mencabut gelarnya akibat skandal tersebut. Meskipun Yinhao membantah tuduhan tersebut, citranya tercoreng dan menjadi sorotan publik.

Puncak kontroversi Yinhao terjadi di pertandingan Indonesia vs Uzbekistan di ajang Piala Asia U-23 2024. Beberapa keputusannya yang dianggap tidak adil, seperti kartu merah untuk Rizky Ridho dan menganulir penalti untuk Indonesia, memicu kekecewaan dan kemarahan publik Tanah Air.

Desakan agar Yinhao tidak lagi memimpin pertandingan pun bergema kencang. Kontroversinya ini tak hanya memanaskan atmosfer pertandingan, tetapi juga membuka luka lama tentang kualitas perwasitan di Asia yang masih perlu dibenahi.

Siapakah Shen Yinhao sebenarnya? Apakah ia memang sosok yang tidak kompeten dan sengaja memihak salah satu tim? Ataukah ia hanya korban keadaan dan tekanan dalam memimpin pertandingan penting?

Kasus Plagiat Skripsi: Noda Hitam dalam Karir Shen Yinhao

Wasit Shen Yinhao

Di tahun 2020, karir Yinhao diwarnai dengan skandal plagiarisme skripsi yang mencoreng citranya. Saat itu, ia tengah menempuh pendidikan Master di Universitas Shanghai dan skripsi yang diajukannya diduga menjiplak karya orang lain.

Kasus ini mencuat setelah seorang netizen dengan akun @X di platform Weibo menuduh Yinhao melakukan plagiarisme dalam skripsinya yang berjudul “An Empirical Study on the Influence of VAR on Referee Decision-making in Football Matches”.

Netizen tersebut menemukan banyak kesamaan antara skripsi Shen Yinhao dengan karya Lu Ming, seorang peneliti dari Universitas Renmin. Dugaan plagiarisme ini diperkuat dengan kemiripan struktur paragraf, penggunaan kalimat, dan bahkan kutipan yang hampir identik.

Tuduhan ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial China. Banyak pihak yang menyayangkan tindakan Shen Yinhao, mengingat posisinya sebagai wasit profesional yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas.

Universitas Shanghai pun bergerak cepat dengan menyelidiki kasus ini. Setelah melalui proses pemeriksaan, pihak universitas memutuskan untuk mencabut gelar Master Shen Yinhao dan mempublikasikan temuan mereka.

Meskipun Shen Yinhao membantah tuduhan plagiarisme dan menyatakan bahwa dirinya hanya melakukan parafrase dan sintesis dari berbagai sumber, bukti-bukti yang ada menunjukkan sebaliknya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Shen Yinhao dan mencoreng reputasinya sebagai seorang akademisi dan wasit profesional.

Dampak Kasus Plagiarisme:

  • Pencabutan gelar Master: Shen Yinhao kehilangan gelar Master yang diraihnya dengan usaha keras.
  • Citra publik tercoreng: Masyarakat memandangnya sebagai sosok yang tidak jujur dan tidak kredibel.
  • Kepercayaan publik terhadapnya menurun: Publik meragukan integritasnya dalam memimpin pertandingan sepak bola.
  • Masa depan karirnya menjadi tidak pasti: Masih belum jelas apakah Shen Yinhao dapat kembali mendapatkan kepercayaan publik dan melanjutkan karirnya sebagai wasit profesional.

Kontroversi di Semifinal Piala Asia U-23 2024: Momen Puncak Kontroversi Shen Yinhao

Kontroversi di Semifinal Piala Asia U-23 2024

Pertandingan semifinal Piala Asia U-23 2024 antara Indonesia dan Uzbekistan menjadi momen puncak kontroversi dalam karir Shen Yinhao.

Di laga yang penuh drama dan ketegangan ini, beberapa keputusan Shen Yinhao dipertanyakan dan dianggap merugikan tim Garuda Muda.

Berikut beberapa poin kontroversi utama dalam pertandingan tersebut:

1. Kartu Merah Rizky Ridho:

Pada menit ke-61, kapten timnas Indonesia Rizky Ridho mendapatkan kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Uzbekistan. Keputusan ini dianggap berlebihan oleh banyak pihak, mengingat tekel tersebut tidak berbahaya dan tidak membahayakan lawan.

2. Anulir Penalti Indonesia:

Di menit ke-73, Indonesia mendapat peluang emas untuk mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan penalti. Namun, wasit VAR menganulir keputusan penalti setelah melihat tayangan ulang. Keputusan ini memicu kekecewaan besar bagi para pemain dan suporter Indonesia, karena tayangan ulang menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap Szymon Marciniak memang terjadi di dalam kotak penalti.

3. Keputusan Lainnya:

Selain dua poin utama di atas, Shen Yinhao juga membuat beberapa keputusan lain yang dipertanyakan, seperti pemberian tendangan bebas kepada Uzbekistan di posisi berbahaya dan kegagalannya memberikan kartu kuning kepada pemain Uzbekistan yang melakukan pelanggaran keras.

Dampak Kontroversi:

Kontroversi dalam pertandingan ini memicu kekecewaan dan kemarahan publik Indonesia. Banyak pihak yang mengecam kinerja Shen Yinhao dan mendesak agar ia tidak lagi memimpin pertandingan sepak bola.

Di media sosial, tagar #ShenYinhaoOut dan #WasitGagal menjadi trending topik.

PSSI, selaku federasi sepak bola Indonesia, juga melayangkan protes resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait kinerja Shen Yinhao.

Kontroversi di semifinal Piala Asia U-23 2024 ini menjadi pengingat bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan dalam kualitas perwasitan di Asia.

Diperlukan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari para wasit dan penyelenggara pertandingan agar tercipta rasa keadilan dan sportivitas dalam sepak bola.

Kasus Shen Yinhao ini juga membuka luka lama tentang stigma negatif terhadap wasit Asia yang kerap dianggap tidak kompeten dan bias.

Contoh Kontroversi Lainnya Wasit Shen Yinhao

Kontroversi Lainnya Wasit Shen Yinhao

Selain beberapa contoh yang telah disebutkan sebelumnya, berikut beberapa kontroversi lain yang melibatkan Wasit Shen Yinhao:

1. Liga Super China 2020:

  • Dalam pertandingan antara Shanghai SIPG dan Beijing Guoan, Shen Yinhao memberikan kartu merah kepada pemain Beijing Guoan, Zhang Yuning, karena pelanggaran keras. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa pelanggaran tersebut tidak cukup keras untuk kartu merah.
  • Keputusan ini memicu kemarahan dari para pemain dan fans Beijing Guoan, yang menuduh Shen Yinhao bias terhadap Shanghai SIPG.

2. Piala Asia AFC 2023:

  • Dalam pertandingan antara timnas Australia dan timnas Korea Selatan, Shen Yinhao menganulir gol timnas Australia karena pelanggaran offside. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain yang dianggap offside tidak menyentuh bola.
  • Keputusan ini membuat Australia kalah dalam pertandingan dan tersingkir dari turnamen. Banyak yang mengecam Shen Yinhao atas keputusannya yang dianggap keliru dan merugikan Australia.

3. Liga Champions AFC 2024:

  • Dalam pertandingan antara Al Hilal dan Urawa Red Diamonds, Shen Yinhao memberikan penalti kepada Al Hilal setelah pemain Urawa Red Diamonds menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa bola terlebih dahulu mengenai dada pemain Al Hilal.
  • Keputusan ini memicu kontroversi karena dianggap menguntungkan Al Hilal dan merugikan Urawa Red Diamonds.

Kontroversi-kontroversi ini menunjukkan bahwa Shen Yinhao adalah wasit yang sering membuat keputusan kontroversial. Keputusannya sering kali merugikan satu tim dan menguntungkan tim lain, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa dia bias. Hal ini membuat banyak orang meragukan kompetensinya sebagai seorang wasit.

Kesimpulan

Wasit Shen Yinhao telah menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam dunia sepak bola Asia selama beberapa tahun terakhir. Keputusannya yang sering kali keliru dan merugikan salah satu tim telah menimbulkan banyak kecurigaan dan kemarahan dari para pemain, fans, dan pakar sepak bola.

Meskipun Shen Yinhao telah melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi, dia tampaknya masih sering membuat kesalahan fatal dalam pertandingan penting. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kompetensinya sebagai seorang wasit dan apakah dia layak untuk memimpin pertandingan internasional.

Kontroversi Shen Yinhao telah merusak citra sepak bola Asia dan membuat banyak orang kehilangan kepercayaan pada integritas pertandingan. Otoritas sepak bola Asia perlu mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa hanya wasit yang kompeten dan berintegritas yang memimpin pertandingan penting.

GolekTruk

Sudah tau Golektruk belum ?

GolekTruk adalah marketplace logistic no. 1 di Indonesia, yang mempertemukan antara pengirim muatan dan penyedia jasa angkut, dan bisa bernegosiasi secara langsung tanpa ada POTONGAN sepeserpun !

kamu bisa memakai golektruk untuk meningkatkan usaha jasa angkutmu dan untuk pengirim muatan, kamu bisa memakai GolekTruk untuk membantu anda pindahan rumah, kontrakan, kos maupun kebutuhan yang lainnya dengan mudah!

Golektruk sudah banyak penggunanya ! dan di download lebih dari 150 ribu orang di seluruh Indonesia.

kamu mau coba ?

Unduh aplikasi GolekTruk sekarang di Play Store.


Bagikan
svg

Apa yang Anda pikirkan?

Lihat Komentar / Tinggalkan Komentar

Leave a reply

svg