GolekTruk — Alur Pergudangan: Dalam operasional logistik dan distribusi modern, alur pergudangan menjadi salah satu faktor paling krusial untuk menjaga kelancaran supply chain. Setiap barang yang masuk, disimpan, dipindahkan, hingga dikirim kembali harus mengikuti alur kerja yang terstruktur agar tidak terjadi penumpukan, kesalahan stok, atau keterlambatan pengiriman. Tanpa alur pergudangan yang jelas, gudang akan mudah mengalami kekacauan, mulai dari barang sulit ditemukan, proses picking yang lambat, hingga tingginya biaya operasional akibat aktivitas yang tidak efisien.
Bagi perusahaan manufaktur, distributor, hingga e-commerce, memahami alur pergudangan berarti memahami bagaimana barang bergerak dalam sistem, apa saja proses penting yang harus dipantau, serta bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan akurasi dan kecepatan kerja. Dengan mengelola alur pergudangan secara benar, bisnis dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas barang, mengurangi risiko kesalahan, dan memastikan pengiriman selalu tepat waktu.
Pengertian Alur Pergudangan

Alur pergudangan adalah rangkaian proses terstruktur yang mengatur bagaimana barang bergerak di dalam gudang, mulai dari diterima dari pemasok hingga dikirimkan kembali kepada pelanggan atau cabang distribusi. Alur ini memastikan setiap aktivitas dilakukan secara sistematis, efisien, dan mudah dilacak sehingga tidak terjadi kesalahan stok, keterlambatan, atau penurunan kualitas barang.
Berikut poin-poin utama yang membentuk pengertian alur pergudangan:
1. Proses Terintegrasi untuk Mengatur Pergerakan Barang
Alur pergudangan mencakup semua aktivitas fisik dan administratif, seperti pengecekan barang masuk, penempatan, penyimpanan, pengambilan, hingga pengiriman. Seluruh proses harus saling terhubung agar perpindahan barang berjalan cepat dan akurat.
2. Memastikan Stok Tercatat dengan Benar
Setiap barang yang masuk dan keluar dicatat melalui sistem agar data persediaan selalu akurat. Tanpa alur yang jelas, perusahaan berisiko mengalami selisih stok, overstock, atau kekurangan barang.
3. Meningkatkan Efisiensi Operasional Gudang
Alur pergudangan yang terorganisir membantu mengurangi waktu kerja, mempercepat aktivitas picking dan packing, serta meminimalkan perpindahan barang yang tidak perlu.
4. Mendukung Kecepatan dan Ketepatan Pengiriman
Karena alurnya sudah terstandarisasi, barang lebih mudah ditemukan dan diproses, sehingga pengiriman ke pelanggan menjadi lebih cepat dan tepat waktu.
5. Menjadi Dasar Sistem Manajemen Pergudangan Modern
Alur pergudangan adalah fondasi bagi penggunaan teknologi seperti WMS, barcode, atau RFID. Tanpa alur yang jelas, teknologi tersebut tidak dapat bekerja maksimal.
Dengan memahami pengertian alur pergudangan, bisnis dapat menyusun SOP yang lebih efektif, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Tujuan Utama Alur Pergudangan

Alur pergudangan tidak hanya berfungsi sebagai panduan aktivitas di dalam gudang, tetapi juga menjadi sistem yang memastikan seluruh proses logistik berjalan efisien dan terkontrol. Berikut adalah tujuan utama dari alur pergudangan yang dirancang dengan baik:
1. Menjamin Barang Mudah Ditemukan
Setiap barang disimpan di lokasi yang sudah ditentukan, memiliki label, dan tercatat di sistem. Tujuannya adalah agar operator gudang dapat menemukan barang dengan cepat tanpa harus mencari secara manual, sehingga waktu kerja menjadi jauh lebih efisien.
2. Memastikan Akurasi Stok di Gudang
Alur pergudangan memastikan setiap barang yang masuk dan keluar tercatat dengan benar. Dengan data stok yang akurat, perusahaan dapat menghindari masalah seperti selisih stok, kelebihan persediaan, atau kehabisan barang yang mengganggu operasional.
3. Meningkatkan Produktivitas Tim Gudang
Prosedur yang terstruktur membuat setiap staf mengetahui tugasnya, alur kerja yang harus diikuti, dan standar operasional yang berlaku. Hal ini meningkatkan kecepatan kerja, mengurangi kebingungan, serta meminimalkan langkah yang tidak perlu.
4. Mengurangi Risiko Kesalahan (Human Error)
Dengan alur yang jelas dan terdokumentasi, risiko kesalahan—seperti salah simpan, salah ambil, atau salah kirim—dapat ditekan secara signifikan. Kesalahan yang kecil sekalipun dapat berdampak besar pada kualitas layanan pelanggan.
5. Mengoptimalkan Ruang Penyimpanan Gudang
Alur pergudangan membantu menentukan bagaimana barang ditempatkan berdasarkan kategori, ukuran, frekuensi pengambilan, hingga metode penyimpanan seperti FIFO atau FEFO. Ini membuat area penyimpanan lebih rapi dan memaksimalkan penggunaan ruang.
6. Mempercepat Proses Pengiriman Barang
Karena setiap langkah dari receiving hingga loading sudah teratur, proses pengiriman dapat dilakukan lebih cepat. Barang lebih cepat ditemukan, diproses, dan dikirim, sehingga mempengaruhi kepuasan pelanggan secara langsung.
7. Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Data yang tercatat di setiap tahap alur pergudangan membantu perusahaan memantau kinerja gudang, menilai bottleneck, serta menentukan strategi perbaikan. Ini menjadi dasar untuk meningkatkan efisiensi secara berkelanjutan.
Tahapan Utama dalam Alur Pergudangan

Dalam operasional gudang, setiap barang mengikuti tahapan tertentu mulai dari masuk hingga keluar. Tahapan ini harus terstruktur agar arus barang tetap lancar, meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan efisiensi kerja. Berikut adalah tahapan utama dalam alur pergudangan yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan logistik, distributor, dan manufaktur:
1. Receiving (Penerimaan Barang)
Tahap pertama ketika barang tiba di gudang.
Poin penting:
Memeriksa dokumen seperti DO (delivery order) dan PO (purchase order).
Melakukan pengecekan kuantitas dan kondisi fisik barang.
Mencatat barang yang masuk ke sistem.
Memberikan label barcode/RFID untuk mempermudah pelacakan.
Tujuan: memastikan barang yang diterima sesuai dengan pesanan dan siap untuk diproses lebih lanjut tanpa masalah.
2. Putaway (Penempatan Barang)
Setelah diterima, barang harus ditempatkan ke lokasi penyimpanan yang tepat.
Poin utama:
Menentukan lokasi rak atau zona sesuai kategori barang.
Menggunakan metode penyimpanan seperti fixed location atau random location.
Memastikan barang mudah diambil kembali berdasarkan frekuensi keluar masuk (fast-moving vs slow-moving).
Tujuan: menjaga kerapian gudang dan mempermudah proses picking.
3. Storage (Penyimpanan Barang)
Barang disimpan dalam waktu tertentu sebelum diproses untuk pengiriman.
Poin penting:
Menggunakan metode FIFO, FEFO, atau LIFO sesuai kebutuhan.
Mengatur layout gudang agar efisien.
Melakukan pengecekan berkala untuk memastikan kondisi barang tetap baik.
Menjaga akurasi stok melalui inventaris berkala.
Tujuan: memastikan barang tetap aman, rapi, dan mudah dilacak.
4. Picking (Pengambilan Barang)
Tahap di mana operator mengambil barang sesuai picking list untuk memenuhi pesanan.
Poin utama:
Menggunakan metode picking seperti batch picking, zone picking, atau wave picking.
Mengikuti rute picking paling efisien untuk menghemat waktu.
Melakukan pengecekan kuantitas dan kecocokan barang dengan pesanan.
Tujuan: mempercepat proses pemenuhan pesanan dan memastikan barang yang diambil sesuai kebutuhan pelanggan.
5. Packing (Pengemasan Barang)
Setelah diambil, barang diproses untuk dikemas.
Poin penting:
Memastikan barang tidak rusak saat dikirim.
Menggunakan kemasan yang sesuai (karton, bubble wrap, pallet).
Menempelkan label pengiriman, barcode, dan dokumen pendukung.
Melakukan pengecekan ulang untuk meminimalkan kesalahan.
Tujuan: menjaga keamanan barang dan memastikan barang siap dikirim dengan standar profesional.
6. Dispatch / Shipping (Pengiriman Barang)
Tahap akhir ketika barang meninggalkan gudang menuju pelanggan atau tujuan distribusi.
Poin utama:
Menyusun barang berdasarkan rute dan manifest pengiriman.
Melakukan cross-check dengan sistem agar tidak ada barang tertinggal.
Memuat barang ke armada pengiriman dengan aman.
Memperbarui status pengiriman di sistem logistik atau WMS.
Tujuan: memastikan barang dikirim tepat waktu, tepat tujuan, dan bebas kesalahan.
Contoh Alur Pergudangan yang Ideal

Alur pergudangan yang ideal adalah alur kerja yang berjalan secara terkoordinasi, efisien, dan minim hambatan. Setiap proses saling terhubung sehingga barang dapat berpindah dengan cepat dan akurat mulai dari kedatangan hingga pengiriman. Berikut contoh alur pergudangan yang ideal yang banyak diterapkan oleh perusahaan modern:
1. Barang Datang dan Melalui Proses Receiving Terstandarisasi
Begitu barang tiba, tim gudang melakukan serangkaian pemeriksaan.
Poin utama:
Verifikasi dokumen (PO, DO, faktur).
Pemeriksaan kuantitas dan kualitas barang.
Pencatatan ke dalam sistem digital atau WMS.
Pemberian label barcode agar mudah dilacak.
Hasil: barang diterima tanpa kesalahan data dan siap untuk dipindahkan ke area penyimpanan.
2. Barang Dipindahkan ke Lokasi Penyimpanan (Putaway) Secara Terarah
Gudang menggunakan sistem zonasi dan pengaturan lokasi.
Poin penting:
Penentuan lokasi sesuai jenis dan tingkat pergerakan barang (fast-moving, medium, slow-moving).
Operator menggunakan barcode scanner untuk memastikan penempatan tepat.
Sistem otomatis memperbarui status dan posisi barang.
Hasil: gudang tersusun rapi, barang mudah ditemukan, dan proses picking jauh lebih cepat.
3. Barang Disimpan dengan Metode yang Tepat (Storage)
Barang ditempatkan pada rak atau pallet yang aman.
Poin utama:
Menggunakan metode FIFO atau FEFO agar barang tidak kedaluwarsa.
Memastikan kondisi penyimpanan sesuai kebutuhan (seperti suhu atau kelembaban).
Melakukan stock opname berkala untuk menjaga akurasi data.
Hasil: barang tetap terjaga kualitasnya dan stok selalu akurat.
4. Pesanan Masuk dan Picking Dilakukan dengan Rute Paling Efisien
Ketika ada permintaan barang, sistem akan menghasilkan picking list.
Poin penting:
Operator mengikuti rute pengambilan paling cepat berdasarkan zona gudang.
Menggunakan metode picking seperti batch picking untuk menghemat waktu.
Barang diperiksa ulang sebelum masuk ke proses packing.
Hasil: proses pengambilan lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
5. Packing Dilakukan Sesuai Standar Keamanan Pengiriman
Barang yang sudah di-pick dikemas dengan prosedur tetap.
Poin utama:
Pemilihan jenis kemasan sesuai karakter barang.
Pemberian label pengiriman dan dokumen pengantar.
Quality control final untuk memastikan isi pesanan sesuai.
Hasil: barang lebih aman selama perjalanan dan siap dikirim tanpa risiko kesalahan isi.
6. Barang Dipindahkan ke Area Shipping untuk Pengiriman
Tahap akhir sebelum barang keluar gudang.
Poin penting:
Penyusunan barang berdasarkan rute dan jenis armada.
Pencocokan barang dengan manifest dan sistem.
Loading ke armada pengiriman dengan teknik yang aman.
Hasil: barang keluar dari gudang tepat waktu dan meminimalkan potensi salah kirim.
Tantangan Umum dalam Alur Pergudangan

Mengelola alur pergudangan bukan hanya soal mengikuti tahapan prosedur—tetapi juga menghadapi berbagai tantangan operasional yang dapat menghambat efisiensi. Berikut adalah beberapa masalah yang paling sering terjadi dan memengaruhi kelancaran proses:
1. Ketidakakuratan Data Stok
Salah satu tantangan terbesar adalah data stok yang tidak sesuai antara sistem dan kondisi di lapangan.
Penyebabnya meliputi human error, pencatatan manual, sistem yang tidak terintegrasi, atau pergerakan barang yang tidak tercatat.
Akibatnya, proses picking melambat, barang sering “hilang”, dan pemesanan ulang menjadi tidak tepat.
2. Tata Letak Gudang yang Tidak Efisien
Gudang yang berantakan atau tata letak yang tidak disusun berdasarkan frekuensi pergerakan barang (fast-moving vs slow-moving) akan membuat proses picking dan putaway memakan waktu lama.
Efek lainnya adalah meningkatnya risiko kecelakaan kerja dan kurangnya ruang penyimpanan.
3. Lead Time yang Tidak Stabil
Proses mulai dari penerimaan barang hingga pengiriman membutuhkan waktu yang konsisten.
Namun, faktor seperti keterlambatan supplier, kurangnya staf, atau lonjakan permintaan membuat lead time menjadi tidak stabil.
Ketidakpastian ini mengganggu perencanaan stok dan jadwal pengiriman.
4. Minimnya Teknologi dan Automasi
Masih banyak perusahaan yang mengandalkan pencatatan manual atau spreadsheet.
Tanpa penggunaan sistem seperti WMS (Warehouse Management System), proses pengecekan dan tracking barang menjadi lambat, rawan salah input, dan sulit dipantau real time.
5. Kesalahan dalam Picking dan Packing
Picking error (salah barang, salah jumlah, ataupun salah lokasi) sering terjadi karena sistem lokasi barang tidak jelas atau staf kurang terlatih.
Kesalahan ini berdampak langsung pada kualitas layanan, terutama jika barang yang dikirim tidak sesuai pesanan.
6. Keterbatasan Sumber Daya Manusia
Kurangnya tenaga kerja, jam kerja yang tidak optimal, dan kurangnya pelatihan dapat memperlambat seluruh alur kerja.
Gudang yang besar membutuhkan koordinasi ketat agar setiap proses efisien.
7. Pengelolaan Ruang Penyimpanan yang Buruk
Stok yang tidak diorganisir berdasarkan ukuran, jenis, atau permintaan akan membuat gudang cepat penuh.
Optimalisasi slot dan penggunaan rak khusus sering kali diabaikan, sehingga ruang tidak dimaksimalkan.
8. Keterlambatan Pengiriman atau Armada
Masalah ini sering muncul pada tahap akhir logistik ketika barang sudah siap keluar dari gudang, tetapi armada pengangkutan datang terlambat.
Keterlambatan armada membuat barang menumpuk dan mengganggu proses outbound.
Teknologi Pendukung Alur Pergudangan Modern

Dalam operasional pergudangan modern, teknologi memiliki peran penting untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, serta efisiensi kerja. Penggunaan teknologi yang tepat memungkinkan bisnis mengurangi human error, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan membuat alur pergudangan jauh lebih terstruktur. Berikut teknologi utama yang kini banyak digunakan dalam sistem pergudangan modern:
1. Warehouse Management System (WMS)
WMS adalah pusat kendali digital untuk seluruh aktivitas gudang.
Fungsinya antara lain:
Melacak lokasi barang secara real time.
Mengatur proses putaway, picking, dan replenishment.
Mengurangi kesalahan input data.
Memberikan laporan stok yang akurat dan mudah dipantau.
Dengan WMS, alur pergudangan menjadi lebih rapi, terukur, dan efisien.
2. Barcode & QR Code Scanning
Teknologi scanning membantu memvalidasi data barang secara cepat dan akurat.
Manfaatnya:
Mempercepat proses inbound dan outbound.
Mengurangi salah input saat pencatatan barang.
Memastikan barang yang diambil sesuai dengan permintaan.
Sistem scanning membuat setiap pergerakan barang selalu tercatat otomatis.
3. RFID (Radio Frequency Identification)
RFID memungkinkan pelacakan barang tanpa harus membaca barcode satu per satu.
Keunggulannya:
Membaca banyak item sekaligus.
Mempercepat inventarisasi stok dalam jumlah besar.
Meminimalkan kontak fisik, cocok untuk barang sensitif.
Teknologi ini sangat membantu gudang dengan volume barang tinggi.
4. Automated Storage and Retrieval System (AS/RS)
AS/RS adalah sistem robotik yang mengatur penyimpanan dan pengambilan barang secara otomatis.
Keuntungannya:
Mengurangi beban kerja manual.
Mempercepat proses picking barang.
Meningkatkan keselamatan kerja karena aktivitas dilakukan mesin.
Biasanya digunakan pada gudang besar atau pusat distribusi modern.
5. IoT (Internet of Things) untuk Pemantauan Real Time
Sensor IoT dapat dipasang untuk memantau berbagai kondisi di dalam gudang, seperti:
Suhu dan kelembapan (untuk gudang makanan/obat).
Pergerakan barang.
Kondisi rak dan area penyimpanan.
Data IoT membantu perusahaan mencegah kerusakan barang dan mendeteksi masalah lebih cepat.
6. Sistem Manajemen Transportasi (TMS)
TMS membantu menghubungkan alur pergudangan dengan proses distribusi.
Fitur pentingnya:
Mengatur rute pengiriman.
Melacak posisi armada secara real time.
Meminimalkan keterlambatan karena monitoring armada lebih terukur.
TMS memastikan barang yang keluar dari gudang tiba tepat waktu.
7. Mobile Apps untuk Monitoring dan Kontrol
Banyak perusahaan kini menggunakan aplikasi mobile untuk:
Meng-update status barang.
Melakukan approval atau pengecekan data.
Memantau performa gudang dari mana saja.
Mobile apps membuat pengawasan alur pergudangan jauh lebih fleksibel.
8. Cloud Storage & Integrasi Sistem
Data pergudangan yang disimpan di cloud membuat seluruh informasi bisa diakses oleh divisi terkait seperti purchasing, finance, hingga sales.
Keuntungannya:
Data tidak mudah hilang.
Memudahkan kolaborasi tim.
Sistem dapat berkembang sesuai kebutuhan perusahaan.
Cara Mengoptimalkan Alur Pergudangan agar Efisien

Untuk memastikan alur pergudangan berjalan cepat, akurat, dan hemat biaya, setiap tahapan perlu ditata dan dikontrol dengan strategi yang tepat. Berikut langkah-langkah yang efektif untuk mengoptimalkan alur pergudangan:
1. Susun Tata Letak Gudang Berdasarkan Pergerakan Barang
Pisahkan area fast-moving, medium-moving, dan slow-moving.
Barang yang paling sering keluar harus ditempatkan dekat area outbound untuk mempercepat picking.
Hal ini mengurangi waktu tempuh pekerja dan meningkatkan produktivitas.
2. Standardisasi Proses Kerja (SOP)
Buat SOP jelas untuk setiap tahap: penerimaan, penyimpanan, picking, pengepakan, hingga pengiriman.
SOP membantu seluruh tim bekerja dengan alur yang sama sehingga meminimalkan kesalahan dan meningkatkan konsistensi.
3. Gunakan Sistem WMS atau Digitalisasi Proses
Implementasi Warehouse Management System (WMS) memungkinkan:
Pelacakan stok real time
Pengurangan human error
Proses picking yang terarah
Monitoring performa gudang secara menyeluruh
Digitalisasi membuat setiap pergerakan barang tercatat otomatis.
4. Optimalkan Metode Picking
Pilih metode picking yang sesuai dengan kebutuhan:
Batch picking: cocok untuk pesanan banyak dengan barang sejenis.
Zone picking: cocok untuk gudang besar dengan pembagian area.
Wave picking: cocok untuk pesanan yang harus dikirim pada waktu tertentu.
Metode picking yang tepat langsung meningkatkan kecepatan outbound.
5. Evaluasi dan Perbarui Data Stok Secara Teratur
Lakukan cycle count rutin untuk memastikan stok selalu akurat.
Stok yang tidak sesuai akan mengganggu seluruh alur pergudangan mulai dari putaway hingga pengiriman.
6. Tingkatkan Keterampilan SDM
Latih tim gudang untuk memahami prosedur, teknologi, hingga keamanan kerja.
Tenaga kerja yang terlatih dapat bekerja lebih cepat, rapi, dan mampu menyelesaikan masalah lebih efektif.
7. Manfaatkan Sistem Monitoring Armada
Gunakan teknologi pelacakan armada untuk memastikan barang yang keluar gudang dikirim tepat waktu.
Ini membantu menghindari bottleneck di area outbound akibat keterlambatan truk atau kendaraan pengangkut.
8. Bangun Integrasi dengan Tim Purchasing, Sales, dan Distribusi
Semakin baik komunikasi antar divisi, semakin lancar perputaran barang.
Integrasi sistem membuat informasi permintaan, pemesanan, dan stok bergerak secara sinkron.
9. Automasi Proses yang Sering Berulang
Pertimbangkan penggunaan conveyor, sortation system, atau AS/RS untuk mengurangi pekerjaan manual berulang.
Automasi meningkatkan akurasi sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.
10. Analisis Data Kinerja Gudang Secara Berkala
Gunakan KPI seperti:
Order accuracy
Picking time
Lead time inbound–outbound
Persentase error per pesanan
KPI membantu Anda menemukan bagian alur yang perlu diperbaiki.
Kesimpulan
Alur pergudangan yang tertata dengan baik adalah fondasi dari operasional logistik yang efisien. Dengan memahami pengertian, tujuan, tahapan, tantangan, hingga teknologi pendukungnya, bisnis dapat menciptakan proses gudang yang lebih akurat, cepat, dan terkontrol. Pengoptimalan alur pergudangan tidak hanya meningkatkan produktivitas internal, tetapi juga berdampak langsung pada kepuasan pelanggan karena pengiriman menjadi lebih tepat waktu dan minim kesalahan.
Penerapan strategi seperti digitalisasi proses, penyusunan tata letak gudang yang efektif, standarisasi SOP, serta pelatihan SDM dapat membantu perusahaan mengurangi biaya operasional dan mempercepat pergerakan barang. Dengan demikian, seluruh rantai pasok akan berjalan lebih lancar dan kompetitif menghadapi kebutuhan pasar yang dinamis.
Pada tahap akhir alur pergudangan, pengiriman menjadi faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan distribusi. Di sinilah pemilihan armada pengiriman yang tepat memainkan peran besar. Untuk membantu proses ini, Anda dapat memanfaatkan GolekTruk, sebuah aplikasi yang memudahkan bisnis mencari armada pengiriman barang dengan cepat, praktis, dan sesuai kebutuhan. Mulai dari truk kecil hingga besar, semua dapat dipesan hanya melalui satu platform.
GolekTruk Makin Lengkap

Sudah tau Golektruk belum ?
GolekTruk adalah marketplace logistic no. 1 di Indonesia, yang mempertemukan antara pengirim muatan dan penyedia jasa angkut, dan bisa bernegosiasi secara langsung tanpa ada POTONGAN sepeserpun !
Kamu bisa memakai golektruk untuk meningkatkan usaha jasa angkutmu dan untuk pengirim muatan, kamu bisa memakai GolekTruk untuk membantu anda pindahan rumah, kontrakan, kos maupun kebutuhan yang lainnya dengan mudah!
Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kemudahan dan efisiensi dalam mengelola bisnis logistik mu. GolekTruk kini hadir dengan fitur terbaru yang akan mengubah cara kamu bekerja. Selain menghubungkan dengan ribuan pemilik truk, kami juga menyediakan berbagai macam perlengkapan logistik yang dapat kamu beli dengan mudah. Dengan GolekTruk, kamu tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mendapatkan akses ke berbagai pilihan produk dengan harga yang kompetitif. Tunggu apa lagi? Unduh aplikasi GolekTruk sekarang dan rasakan perbedaannya!
GolekTruk Makin Lengkap! Sekarang, bukan hanya cari jasa angkutan atau muatan, kamu juga bisa beli semua kebutuhan logistikmu di sini. Lebih mudah, lebih cepat!
Golektruk sudah banyak penggunanya ! dan di download lebih dari 150 ribu orang di seluruh Indonesia.
kamu mau coba ?
Unduh aplikasi GolekTruk sekarang di Play Store.



Apa yang Anda pikirkan?
Lihat Komentar / Tinggalkan Komentar